
7 Manfaat Tak Terduga Terong untuk Kesehatan & Gizi
7 Manfaat Tak Terduga Terong untuk Kesehatan & Gizi
Pengantar Tentang Terong
Kamu mungkin sering lihat terong di pasar atau dapur, tapi tahukah kamu kalau sayur ungu ini punya manfaat luar biasa yang sering terlupakan? Terong bukan cuma lezat, tapi juga kaya gizi dan punya segudang manfaat untuk tubuh kita.
Apa Itu Terong?
Terong (Solanum melongena) adalah sayuran yang masuk dalam keluarga nightshade, seperti tomat dan paprika. Meski sering dianggap sayuran, secara teknis, terong adalah buah karena mengandung biji.
Kandungan Gizi Utama Terong
Dalam 100 gram terong, kamu akan menemukan:
Kalori rendah (sekitar 25 kalori)
Serat tinggi
Vitamin C, K, B6
Folat, kalium, dan mangan
Senyawa antioksidan seperti nasunin dan antosianin
1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Salah satu manfaat terbesar terong adalah menjaga jantung tetap sehat. Terong mengandung antioksidan kuat, seperti nasunin, yang membantu mengurangi oksidasi kolesterol jahat (LDL). Selain itu, serat larut dalam terong membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
2. Mengontrol Gula Darah
Buat kamu yang punya risiko diabetes atau sedang menjaga kadar gula darah, terong bisa jadi sahabat terbaik. Terong punya indeks glikemik rendah, jadi nggak bikin gula darah naik drastis. Ditambah lagi, polifenol dalam terong dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan memperlambat penyerapan gula.
3. Membantu Menurunkan Berat Badan
Lagi diet? Tambahkan terong ke menu harianmu! Terong kaya serat tapi rendah kalori. Serat ini bikin kamu kenyang lebih lama dan membantu mengurangi keinginan ngemil. Selain itu, terong juga menyerap sedikit minyak saat dimasak, asalkan kamu nggak menggorengnya berlebihan.
4. Melawan Radikal Bebas
Terong punya senjata rahasia bernama antosianin, pigmen ungu yang bersifat antioksidan kuat. Kandungan ini membantu tubuh melawan radikal bebas yang bisa merusak sel dan memicu berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penuaan dini.
5. Menjaga Kesehatan Otak
Salah satu senyawa paling keren dari terong adalah nasunin, yang dikenal mampu menyeberangi penghalang darah-otak dan melindungi membran sel otak dari kerusakan. Ini bisa membantu menjaga fungsi kognitif, memori, dan bahkan mengurangi risiko Alzheimer dalam jangka panjang.
6. Mendukung Pencernaan Sehat
Serat dalam terong membantu memperlancar buang air besar, mencegah sembelit, dan menjaga mikrobioma usus tetap sehat. Selain itu, serat ini juga membuat usus bekerja lebih optimal dalam menyerap nutrisi dari makanan lain.
7. Kaya Nutrisi untuk Imun dan Tulang
Jangan remehkan bentuknya yang sederhana! Terong punya vitamin C untuk memperkuat imun tubuh, vitamin K untuk kesehatan pembuluh darah dan tulang, serta mangan yang mendukung proses metabolisme dan pembentukan tulang.
Tips Mengolah Terong agar Tetap Bergizi
Hindari Goreng Berlebihan
Terong memang enak digoreng, tapi bisa menyerap minyak berlebih. Ini bisa menambah kalori tanpa kamu sadari. Lebih baik dipanggang, dikukus, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak.
Cara Masak Sehat yang Disarankan
Dipanggang dengan sedikit minyak zaitun
Dibakar sebagai sambal terong
Dimasak dalam sayur lodeh atau kari sehat
Dibuat ratatouille ala Mediterania
Kesimpulan
Terong bukan sekadar pelengkap di piring makanmu. Dari menjaga jantung, menstabilkan gula darah, hingga mendukung kesehatan otak dan pencernaan, sayur ungu ini layak masuk daftar superfood lokal yang harus kamu konsumsi rutin. Jangan ragu eksplorasi terong dalam berbagai resep sehat, ya!
FAQ (Pertanyaan Umum tentang Terong)
1. Apakah terong aman untuk penderita asam urat?
Ya, terong cenderung rendah purin sehingga aman dikonsumsi penderita asam urat, asal tidak berlebihan.
2. Bolehkah terong dimakan mentah?
Sebaiknya tidak, karena terong mengandung solanin yang bisa sedikit beracun jika dikonsumsi mentah dalam jumlah besar.
3. Apa jenis terong paling baik untuk dikonsumsi?
Semua jenis terong punya manfaat, tapi terong ungu paling tinggi kandungan antosianinnya, sehingga sering jadi pilihan utama.
4. Apakah terong bisa menyebabkan alergi?
Jarang, tapi beberapa orang sensitif terhadap sayuran nightshade, termasuk terong. Jika muncul gejala alergi, sebaiknya konsultasi dokter.
5. Seberapa sering sebaiknya makan terong?
1–3 kali seminggu cukup untuk mendapatkan manfaatnya, selama diolah dengan cara sehat dan seimbang dengan sayuran lain.